AKARTA - Advan meluncurkan tablet Vandroid S5E untuk pasar anak muda gaul di Surabaya, Jawa Timur.
Peluncuran tablet anyar dari Advan itu dilakukan di Surabaya setelah suksesnya acara peluncuran produk di tiga kota besar yaitu Palembang, Jakarta dan Malang.
Pihak Advan merasakan respon positif yang ditunjukan pasar, seperti halnya yang terjadi di Palembang.
Mengusung teknologi 1.000 persen tablet sekaligus juga bisa berfungsi 100 persen sebagai smartphone Advan S5E telah siap menggebrak Surabaya.
Tampil dalam empat pilihan warna, sesuai dengan selera pasar yang
dibidik dari kalangan kaum muda yang selalu ingin tampil stylish, ceria
dan penuh semangat.
Dengan memiliki ukuran screen yang hanya 5 inch QHD Capacitive Screen, Tablet Vandroid
S5E dirasa nyaman ketika digenggam tangan. Dilengkapi Dual Cam (rear 5
Mp) sangat pas untuk mengabadikan momen-momen kebersamaan para anak gaul
Kota Pahlawan ini.
“Advan Vandroid
S5E kami desain untuk membuat mereka menjadi inovatif. Fitur-fitur
canggihnya mampu memudahkan mereka menjalankan berbagai macam aplikasi.
Sehingga bisa menginspirasi para kaum muda untuk menjadi lebih kreatif,"
ujar Tjandra Lianto, New Business Development Product Advan.
Advan Vandroid S5E dibekali dengan kemampuan yang mumpuni. Sistem operasi yang digunakan mengadopsi Android Jelly Bean 4.2.
Prosesornya Dual Core yang diarsitektur oleh pabrikan Cortex A7
dengan kecepatan 1,3 GHz. Selain itu, dapur engine juga dilengkapi
dengan kapasitas RAM 512 Mb + ROM 4 GB, Micro SD up to 32 Gb, TV Analog,
Dual Sim Card dan memiliki kemampuan battery 1.550 mAh.
Melengkapi performanya sebagai gadgetnya anak muda, Advan
Vandorid S5E dilengkapi dengan fitur konektivitas berupa jaringan 3G,
Internet browser, GSM, Wifi 802.11 b/g/n, GPS + AGPS dan Bluetooth versi
4.0.
Pada peluncuran kali ini, Advan
menggandeng provider besar Telkomsel sebagai mitra bundling. Setiap
pembelian S5E, user akan mendapatkan gratis internetan 12 GB selama 12
bulan.
“Sampai saat ini Advan selalu konsisten memenuhi kebutuhan teknologi gadget yang mampu dijangkau oleh semua kalangan,” ujarnya usai peluncuran Vandroid S5E di Hotel JW Marriot, Jumat (18/10/2013).(*)
hidup nyata
Jumat, 18 Oktober 2013
Macan Tutul Masuk Kampung
- Masyarakat Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali resah akibat kemunculan macan tutul (Panthera pardus) di permukiman. Mereka berharap instansi terkait bisa mengatasi persoalan yang selalu terjadi setiap tahun itu.
Tokoh masyarakat, dan juga Ketua Karang Taruna Argomulyo, Desa
Tempur, Rujono (33), Jumat (18/10/2013), mengatakan, beberapa hari lalu
seekor macan tutul
masuk Dukuh Duplak, Desa Tempur, di dekat perbatasan kawasan hutan
Pegunungan Muria. Macan tersebut mendatangi kandang ternak warga dan
memangsa dua ayam.
”Kami tidak melihat langsung macan itu. Kami melihat jejaknya di dekat kandang dan di jalan perbatasan desa dengan hutan Pegunungan Muria,” katanya.
Pada tahun 2011-2013, tercatat enam kali macan tutul masuk ke Desa Tempur. Puluhan itik, ayam, dan kambing milik warga dimangsa macan. Itu sebabnya, mayoritas warga Desa Tempur menolak pelepasliaran kembali macan tutul. Warga berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jawa Tengah menggelar sosialisasi kepada warga terkait dengan upaya penanganan macan tutul.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah Johan Setiawan mengemukakan, macan tutul di Pegunungan Muria mungkin bertambah. Sejumlah macan tutul jantan remaja, seperti yang diamankan BKSDA di Taman Safari Batang, mulai mencari wilayah baru sebagai teritorinya.
"Hal itu memang sifat dasar macan jantan. Ketika mulai tumbuh dewasa, macan tersebut harus menjelajah dan mencari daerah baru yang bakal menjadi wilayah kekuasaannya," katanya.
Lambang Jawa Barat
Macan tutul juga berkeliaran di sejumlah desa di Jawa Barat. Namun, hingga kini, Jawa Barat belum memiliki data sebaran macan tutul jawa. Itu berakibat peta perlindungan dan konservasi habitat belum dilakukan maksimal. Macan tutul jawa sejatinya telah jadi satwa lambang Jawa Barat sejak delapan tahun lalu.
”Saat ini pemetaan keberadaan macan tutul jawa masih terus dilengkapi di sejumlah daerah di Jawa Barat. Datanya masih terus dikumpulkan untuk mengetahui sebaran dan perlindungan habitat,” kata Kepala BKSDA Jawa Barat Joko Prihatno.
Data International Union for Conservation of Nature tahun 2008, macan tutul jawa hanya tersisa sekitar 250 ekor. Adapun BKSDA Jawa Barat memperkirakan ada 500 macan tutul jawa di Pulau Jawa.
”Kami tidak melihat langsung macan itu. Kami melihat jejaknya di dekat kandang dan di jalan perbatasan desa dengan hutan Pegunungan Muria,” katanya.
Pada tahun 2011-2013, tercatat enam kali macan tutul masuk ke Desa Tempur. Puluhan itik, ayam, dan kambing milik warga dimangsa macan. Itu sebabnya, mayoritas warga Desa Tempur menolak pelepasliaran kembali macan tutul. Warga berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jawa Tengah menggelar sosialisasi kepada warga terkait dengan upaya penanganan macan tutul.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah Johan Setiawan mengemukakan, macan tutul di Pegunungan Muria mungkin bertambah. Sejumlah macan tutul jantan remaja, seperti yang diamankan BKSDA di Taman Safari Batang, mulai mencari wilayah baru sebagai teritorinya.
"Hal itu memang sifat dasar macan jantan. Ketika mulai tumbuh dewasa, macan tersebut harus menjelajah dan mencari daerah baru yang bakal menjadi wilayah kekuasaannya," katanya.
Lambang Jawa Barat
Macan tutul juga berkeliaran di sejumlah desa di Jawa Barat. Namun, hingga kini, Jawa Barat belum memiliki data sebaran macan tutul jawa. Itu berakibat peta perlindungan dan konservasi habitat belum dilakukan maksimal. Macan tutul jawa sejatinya telah jadi satwa lambang Jawa Barat sejak delapan tahun lalu.
”Saat ini pemetaan keberadaan macan tutul jawa masih terus dilengkapi di sejumlah daerah di Jawa Barat. Datanya masih terus dikumpulkan untuk mengetahui sebaran dan perlindungan habitat,” kata Kepala BKSDA Jawa Barat Joko Prihatno.
Data International Union for Conservation of Nature tahun 2008, macan tutul jawa hanya tersisa sekitar 250 ekor. Adapun BKSDA Jawa Barat memperkirakan ada 500 macan tutul jawa di Pulau Jawa.
Langganan:
Postingan (Atom)