- Masyarakat Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali resah akibat kemunculan macan tutul (Panthera pardus) di permukiman. Mereka berharap instansi terkait bisa mengatasi persoalan yang selalu terjadi setiap tahun itu.
Tokoh masyarakat, dan juga Ketua Karang Taruna Argomulyo, Desa
Tempur, Rujono (33), Jumat (18/10/2013), mengatakan, beberapa hari lalu
seekor macan tutul
masuk Dukuh Duplak, Desa Tempur, di dekat perbatasan kawasan hutan
Pegunungan Muria. Macan tersebut mendatangi kandang ternak warga dan
memangsa dua ayam.
”Kami tidak melihat langsung macan itu. Kami melihat jejaknya di
dekat kandang dan di jalan perbatasan desa dengan hutan Pegunungan
Muria,” katanya.
Pada tahun 2011-2013, tercatat enam kali macan tutul
masuk ke Desa Tempur. Puluhan itik, ayam, dan kambing milik warga
dimangsa macan. Itu sebabnya, mayoritas warga Desa Tempur menolak
pelepasliaran kembali macan tutul. Warga berharap Balai Konservasi
Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jawa Tengah menggelar sosialisasi
kepada warga terkait dengan upaya penanganan macan tutul.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah Johan Setiawan mengemukakan, macan tutul di Pegunungan Muria mungkin bertambah. Sejumlah macan tutul jantan remaja, seperti yang diamankan BKSDA di Taman Safari Batang, mulai mencari wilayah baru sebagai teritorinya.
"Hal itu memang sifat dasar macan jantan. Ketika mulai tumbuh dewasa,
macan tersebut harus menjelajah dan mencari daerah baru yang bakal
menjadi wilayah kekuasaannya," katanya.
Lambang Jawa Barat
Macan tutul juga berkeliaran di sejumlah desa di Jawa Barat. Namun, hingga kini, Jawa Barat belum memiliki data sebaran macan tutul
jawa. Itu berakibat peta perlindungan dan konservasi habitat belum
dilakukan maksimal. Macan tutul jawa sejatinya telah jadi satwa lambang
Jawa Barat sejak delapan tahun lalu.
”Saat ini pemetaan keberadaan macan tutul
jawa masih terus dilengkapi di sejumlah daerah di Jawa Barat. Datanya
masih terus dikumpulkan untuk mengetahui sebaran dan perlindungan
habitat,” kata Kepala BKSDA Jawa Barat Joko Prihatno.
Data International Union for Conservation of Nature tahun 2008, macan tutul jawa hanya tersisa sekitar 250 ekor. Adapun BKSDA Jawa Barat memperkirakan ada 500 macan tutul jawa di Pulau Jawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar